Kalau ada
sumur di ladang,
bolehkah kami
menumpang party?
PORAK PORANDA
Adjie Mannan Marya and Kanigara Salisha are fictional characters created by the author. Their names, personalities, and every detail in this story are entirely the products of the author’s imagination. This account is intended solely for storytelling and role-playing purposes. It does not depict any real-life events, individuals, or scenarios.The person managing this account has no connection or affiliation with Tony Anthony Buisseret, Mabelz Suchada Sonpan, or any other real-life individuals. Any similarities to actual people, places, or events are purely coincidental and unintentional. All content here is focused on character development and fictional narratives, not intended to represent reality. Thank you for your understanding.Brackets for Mannan:
PORAK. “.....” When the author’s speaking.
;) “.....” For out-of-character moments.Brackets for Kanigara:
PORANDA. “.....” When the author’s speaking.
﹕ㅤ “.....” For out-of-character moments.
TENTANG
Kanigara
| Nama | Kanigara Salisha |
| Panggilan | Kanigara, Ara |
| TTL | Jakarta, 22 November 2003 |
| Zodiak | Sagitarius |
| MBTI | ESFP |
KEPRIBADIAN
Kanigara itu gadis yang penuh semangat, terkadang suka cemberut sih, biasanya itu karena ada hal yang nggak sesuai keinginannya. Dia tipe yang berani bicara apa adanya, tapi tetap perhatian dengan teman-temannya. Walaupun suka ngeluh, hatinya selalu besar dan mudah memaafkan, kayaknya.HOBI
Kanigara suka difoto dan sering ngabisin waktu di depan kamera, sekedar foto selfie, menjadi model untuk teman-temannya atau pakai efek B612. Setiap kali dia di depan kamera, dia ngerasa lebih hidup dan percaya diri apalagi dengan filter little pp by punpun_sutatta.CITA-CITA
Kanigara bermimpi menjadi model profesional. Tolong jangan dibangunin yaa. Meskipun sering ragu dan ada beberapa hal sulit liatnya, dia tetap berusaha mengejar impian itu dan berusaha menunjukkan kepercayaan dirinya setiap saat.KELUARGA
Kanigara dibesarkan dalam keluarga yang hangat dan penuh cinta. Meski sering berdebat sama ibunya, dia tahu ibunya selalu ada untuknya. Keluarganya adalah tempat dia merasa aman, dan ketika ada banyak pertengkaran kecil, semuanya selalu selesai dengan tawa.KEINGINAN
Walaupun jarang diceritakan, Kanigara bermimpi punya kafe yang juga jadi tempat pameran seni kecil.TEMPAT FAVORIT
Kanigara bisa nemuin kafe atau tempat makan baru di Jakarta yang belum pernah dikunjungi orang lain, dan dia nggak pernah berhenti untuk ngajak Mannan ke sana karena mau minta traktir.
TENTANG
Mannan
| Nama | Adjie Mannan Marya |
| Panggilan | Mannan, Adjie |
| TTL | Pontianak, 20 September 2003 |
| Zodiak | Tidak percaya |
| MBTI | INTP |
KEPRIBADIAN
Mannan tipe cowok pada umumnya, agak cuek dan jutek di luar, tapi sebenarnya punya sisi yang humoris banget. Dia suka bercanda dengan teman-temannya, meski kadang (sering) candaannya bisa bikin orang bingung. Mannan nggak terlalu suka ribet, tapi selalu ada untuk teman-temannya kalau dibutuhkan.HOBI
Mannan suka naik sepeda dan suka naik kelas, kadang kala dia suka juga menghabiskan waktu di tempat sepi, menikmati ketenangan. Selain itu, dia juga senang main gitar, dan sering kali ikut latihan musik bareng kenalannya.CITA-CITA
Mannan ingin menjadi pemain gitar profesional. Musik adalah dunia yang dia cintai, dan dia berharap bisa mengembangkan bakatnya di bidang ini, minimal bisalah tampil di atas panggung suatu hari nanti.KELUARGA
Mannan dibesarkan oleh ayahnya setelah orang tuanya berpisah. Meskipun rumah mereka terkadang terasa sepi, Mannan tahu ayahnya selalu ada untuk mendukungnya. Kehidupan mereka mungkin nggak sempurna, tapi Mannan tetap merasa beruntung punya ayah yang selalu mendukung impian dan pilihannya.KEINGINAN
Mannan ingin menjadi pemain gitar profesional dan tampil di atas panggung suatu hari nanti kalau bisa bareng sama Dewa 19.WAKTU FAVORIT
Waktu yang paling Mannan tunggu-tunggu ketika ayahnya pulang kerja dan mereka bisa makan malam bersama, meskipun kadang saling diem-dieman sampe kedengaran bunyi jangkrik.
2012
POV Kanigara“MINGGIR! MINGGIR! Ada apa sih ini kok rame banget?” tanyaku sambil berusaha menuju kursi di barisan kedua paling belakang. Tapi jalanku malah terhalang kerumunan anak-anak yang ribut di pojok kanan kelas.“Kanigara, ke sini dulu sebentar!” sahut salah satu temanku dari tengah kerumunan. Aku cuma melirik, memberikan senyum seadanya, lalu jalan lurus ke tempat dudukku. Pagi itu mood-ku benar-benar buruk.“Sebel! Sebel banget!” gerutuku sambil menghentakkan kaki ke pijakan meja. Tapi nggak ada yang denger suara itu, apalagi peduli. Semua sibuk dengan... sesuatu yang aku nggak tahu dan nggak mau aku tahu.Saat guru masuk, aku kaget. Bukannya guru seni budaya seperti biasa, malah wali kelasku yang datang. Pasti ada sesuatu, pikirku. Dan benar saja, beliau bilang ada murid baru pindahan dari Pontianak.Rupanya, itu alasan kelas jadi ramai sejak tadi. Tapi tunggu sebentar... wajah anak baru itu kok kayaknya familiar? Dia kan...——POV Mannan“Halo, perkenalkan nama saya Adjie Mannan Marya. Saya berasal dari Pontianak dan jangan lupa dukung saya dengan cara ketik REG spasi.....” ucapku dengan semangat di depan kelas sambil menggaruk tengkukku karena bingung untuk melanjutkan kalimatku. Ini adalah hari pertamaku di sekolah baru, dengan baju baru, sepatu baru, tas baru, suasana baru, bahkan bisa dibilang hidup baru. Semoga semuanya berjalan lancar, pikirku.Syukurlah, aku kenal satu orang di sini, tetangga baruku, Kanigara. Aku coba tersenyum ke arahnya. Tapi anehnya, dia malah menghindari kontak mata denganku.Setelah selesai memperkenalkan diri, aku kembali ke kursi yang sudah disiapkan di tengah kelas. Namun, mataku terus mencari sosok Kanigara. Dalam hati, aku berharap dia mau bantu aku nanti. Setidaknya, ngajarin cara beli jajan di kantin sekolah ini atau paling bagus sih dia bisa traktir aku satu es teh cekek.Saat istirahat tiba, aku menghampirinya. “Haii Ani!” panggilku. Tapi dia nggak menggubris. Bukannya bantu, anak-anak lain malah ribut, ada yang tanya kenapa dia nyuekin aku, ada juga yang ngajak aku nongkrong ke kantin sama mereka aja.Tapi aku nggak menyerah. Aku tetap nunggu sampai dia mau jawab ajakanku.——Debat Kecil yang Nggak Ada Habisnya.Mannan berlari kecil mengejar Kanigara di lorong sekolah. “Ani, Ani!” serunya.Kanigara langsung berhenti dan menoleh dengan wajah kesal. “Lo, stop panggil gue Ani! Nama gue bukan Ani!” katanya tegas.“Tapi kan nama kamu Kanigara. Jadi bisa dong dipanggil Ani,” balas Mannan polos.
“STOP bilang kamu! Di sini pakainya lu gue! Ini Jakarta, tahu!”“Oh, gitu ya? Maaf ya, guweee nggak biasa gitu,” jawab Mannan sambil menyeringai.Kanigara malah tertawa kecil mendengar cara ngomongnya yang kaku dan aneh.
“Kenapa Ani? Guwe lucu?” tanya Mannan bingung.
“Diem. Stop ngikutin gue,” jawab Kanigara ketus.
“Siapa yang ngikutin? Guwe juga mau pulang. Rumah lok sama guwe kan sebelahan.”Kanigara menghentikan langkahnya. “STOP PAKAI LU GUE DEH!” bentaknya lagi.
Mannan mengangkat tangan, menyerah. “Buset, gUWEEE salah apa lagi sih?”Perdebatan panjang itu akhirnya berakhir ketika Kanigara sampai di rumah. Masih kesal, ia mengomel sepanjang jalan, membuat suasana di rumah terasa semakin ribut. Begitu masuk, ia langsung melampiaskan kekesalannya.“Ara, kenapa sih ribut banget?” tanya Mama dengan suara lembut dari ruang tamu.Kanigara berhenti sejenak, melemparkan pandangan ke arah ibunya. “Gimana nggak ribut, Ma? Anak tetangga baru yang nyebelin itu, yang tadi pagi bikin aku jatuh, ternyata murid baru disekolahku, satu kelas lagi!” Kanigara menghempaskan tasnya ke tempat tidur, dan terus menggerutu.Mama Kanigara hanya tersenyum mendengarnya. “Ara, Mama yang rekomendasii Mannan buat sekolah di sana biar gak terlalu jauh dari rumah. Lagian tadi pagi dia minta maaf, kan? Ara masih kesal?”Kanigara menggelengkan kepala kesal, lalu berjalan menuju kamar dengan langkah keras, setiap hentakan kakinya seolah menandakan betapa ia tidak setuju dengan kata-kata mamanya. “Aku nggak mau tahu, Ma,” katanya sambil menutup pintu kamarnya.Di rumah sebelah, Mannan baru saja tiba. Rumah yang cukup besar dan kosong. Tidak ada suara riuh dari teman-temannya, atau tawa dari ibunya yang dulu sering menggoda. Mannan melepaskan tasnya sembarangan dan berjalan ke dapur.Tiba-tiba dia terhenti, melihat meja makan yang sudah terisi makanan. Namun, semua terasa hampa. Begitulah hidup Mannan setelah pindah ke Jakarta. Orang tuanya berpisah, dan kini dia tinggal bersama ayahnya. Tidak ada ibu yang memasak, tidak ada suara obrolan di meja makan. Semua terasa sepi.Mannan menghela napas, mencuci tangan, dan duduk di meja makan, menyantap makanannya sendirian. Setelah selesai, dia tidak mengganti seragam sekolahnya. Ia hanya berjalan ke ruang tengah dan mulai bermain gim di depan TV, mencoba menyibukkan diri.Tanpa sadar, waktu berlalu begitu cepat. Matahari sudah hampir tenggelam, dan saat itu ayahnya pulang. Mannan yang sudah terlelap, masih dengan seragamnya, terbangun mendengar suara pintu terbuka. Dengan cepat, ia berlari ke pintu dan membukakan untuk ayahnya.
2025
Kanigara: “Nginep di rumah gue lagi ya.”Mannan: “Yeuu, lama-lama gue suruh aja ayah buat jual rumahnya biar kami hemat, numpang di rumah lu seumur hidup.” Mannan membalas dengan nada bercanda, meski sedikit kesal.Kanigara: “Kok lu tau ide gue?” Kanigara terkejut, matanya sedikit membelalak.Mannan: “Benci!”Mannan dan Kanigara. Dua orang yang sepertinya nggak bisa dipisahkan. Persahabatan mereka sudah terjalin selama 12 tahun, bahkan mereka selalu berada di sekolah yang sama sejak kecil. Sekarang, mereka berdua berada di kampus yang sama, meski dengan jurusan yang berbeda. Mannan, yang dikenal sebagai siswa pintar, berhasil masuk ke salah satu fakultas kesehatan, sementara Kanigara yang nggak terlalu serius saat belajar, memilih jurusan yang menurutnya paling mudah berdasarkan saran dari TikTok, tentu saja. Tujuan utamanya? Agar gak tertinggal oleh Mannan.Mereka berdua adalah contoh nyata bahwa seorang perempuan dan laki-laki bisa berteman tanpa ada perasaan lebih. Mereka nggak punya hubungan darah, tapi perlakuan mereka satu sama lain sudah seperti saudara kandung. Menjadi anak tunggal di keluarga masing-masing tidak membuat mereka merasa kesepian, karena mereka saling memiliki satu sama lain.Teman-teman mereka sering kali bingung, mengira mereka saudara kembar atau malah berpacaran. Tapi, Mannan dan Kanigara tidak pernah mau untuk repot-repot menjelaskannya. Biarlah teman-teman mereka yang akhirnya paham seiring berjalannya waktu.Selain hubungan mereka yang tak terpisahkan, Kanigara dan Mannan juga memiliki kehidupan masing-masing. Mereka punya pertemanan yang berbeda, meskipun lebih banyak yang satu lingkungan. Gak cuma itu, keduanya juga menjalin hubungan dengan orang yang disukai masing-masing, meski begitu persahabatan mereka tetap berjalan seperti biasa.Kedekatan mereka emang bikin orang lain sering kali bertanya-tanya gimana bisa mereka begitu dekat tanpa ada perasaan yang lebih. Tapi, bagi mereka, semuanya begitu alami. Mannan menyayangi Kanigara seperti adiknya sendiri, begitu pula Kanigara yang selalu merasa membutuhkan Mannan seperti keluarganya.
Mereka berdua mungkin terlihat sangat beda, Kanigara yang ceria dan selalu penuh energi, sementara Mannan lebih tenang dan cenderung introspektif. Tapi itulah yang justru membuat mereka saling melengkapi. Persahabatan mereka bukan cuma tentang kebersamaan, tapi juga saling memahami.
Meski keduanya suka beda pendapat tentang banyak hal, satu yang pasti, mereka selalu senang menghabiskan waktu bersama. Entah itu keliling kota mencari tempat makan baru atau hanya duduk berdua di kafe, berbicara tentang tweet-tweet lucu.
Keduanya punya tujuan hidup masing-masing, tetapi selalu berusaha untuk saling mendukung. Mereka tahu bahwa meski jalan mereka berbeda, mereka akan selalu ada satu sama lain.
Walaupun keduanya menjalani kehidupan mereka dengan cara masing-masing, persahabatan mereka selalu menjadi prioritas, Amiin aja dulu.
Mereka sering bercanda dan berdebat, kadang tentang hal-hal kecil, tapi mereka tahu itu adalah bagian dari cara mereka untuk menjaga hubungan.
Walaupun jurusan mereka berbeda, mereka tetap menjalani kehidupan kampus bersama, makan bareng setiap kali ada waktu luang, dan Kanigara selalu minta bantuan kalau ada tugas hitung-hitungan.
Face
Claims.
KANIGARA
Name
Mabelz Suchada Sonpan
Native name
มาเบล สุชาดา สอนพันธ์
Also Known as
Mabelz PiXXiE, Suchada
Nationality
Thai
Gender
Female
Born
December 6, 2000"Mabelz" Suchada Sonpan, born in Chanthaburi, Thailand and originally nicknamed Mint, is the lead vocalist of the girl group PiXXiE (พิกซี่) under LIT Entertainment (แอลไอที เอ็นเตอร์เทนเมนต์).(Source: MyDramaList)IG
mmabelzzIG
pixxie_official
MANNAN
Name
Tony Anthony Buisseret
Native name
โทนี่ อันโทนี่ บุยเซอเรท์
Also Known as
Anthony
Nationality
Thai
Gender
Male
Born
September 20, 2004"Tony" Anthony Buisseret is an actor born in Bangkok, Thailand. He graduated from Bangkok Prep International School and made his film debut with a starring role in 2023's "You & Me & Me" (เธอกับฉันกับฉัน).(Source: MyDramaList)IG
anthonybuisseretTwitter
anthonybuiss



